Hiển thị các bài đăng có nhãn Movie Review. Hiển thị tất cả bài đăng
Hiển thị các bài đăng có nhãn Movie Review. Hiển thị tất cả bài đăng

Movie Review: Dragon Ball Super: Broly (2018)

Dragon Ball Super: Broly (2018) merupakan film movie ke 20 dari seri movie Dragon Ball series, setelah sekian lama vakum movie kali ini merupakan sebuah movie terbaik setelah 2 movie sebelumnya yang menggunakan universe Dragon Ball Super. Sebelumnya ada Dragon Ball Z: Battle of Gods (2013) yang merupakan sebuah jembatan antara Dragon Ball Z ke Dragon Ball Super, di perkenalkan tokoh-tokoh baru dalam DB Super, seperti Beerus, Whis dan tentunya terungkap bahwa ternyata dunia ini terdiri dari Multiverse. Kemudian ada Dragon Ball Z: Resurrection 'F' (2015) yang menceritakan bangkit kembalinya Frieza dan diperkenalkan nya Golden Frieza, dalam film ini masih menggunakan dunia DB Super. Nah di tahun ini kita kedatangan Dragon Ball Super: Broly, seperti apakah ceritanya, yuk mari kita review. 
Tokoh karakter Broly sendiri sebenarnya sudah saya kenal sejak film ke 11 dengan judul Dragon Ball Z: Broly – The Legendary Super Saiyan (1993), dan jaman dulu movie Dragon Ball juga ada versi comic berwarna nya, saya ingat sekali sebelum menonton movie ini saya menyewa comic berwarna nya di per sewaan buku, dan mungkin comic berwarna ini tidak resmi dan hanya capture dari film movie nya. Karena awalnya karakter Broly merupakan satu-satunya musuh dari suku Saiyan dan berhasil ke state Super Saiyan, dan tentunya saat itu saya merasa Broly ini sangat keren sekali, Super Saiyan dengan rambut jabrik ala Trunks saat jadi Super Saiyan 2. Karena fans yang begitu banyak untuk tokoh Broly ini, maka muncul lah movie lainnya, yakni Dragon Ball Z: Broly – Second Coming (1994) dan masih ada lagi Dragon Ball Z: Bio-Broly (1994). 
Pada film Dragon Ball Super: Broly tokoh sentral nya adalah Broly, saya sangat suka sekali dengan plot yang terfokus ke karakter selain Goku atau Z Fighters aka Earth's Special Forces yang tentunya kita semua sudah cukup kenal dan bosan. Karakter Broly benar-benar di explore dengan cukup bagus di film ini, 1/4 durasi dari film ini menceritakan masa lalu suku Saiyan, menceritakan ayah dari Vegeta yang bernama King Vegeta (Vegeta III) serta ayah dari Goku bernama Bardock. Pada flashback ini kita akan melihat untuk pertama kali karakter dari ibu Goku yang asli bernama Gine. Rasanya sangat nostalgia sekali saat melihat suku Saiyan masih sangat banyak dan bermacam - macam serta terlihat mereka masih sangat lemah karena saat bertarung masih menggunakan senjata. Di diperlihatkannya back story antara Goku Kecil yang dikirim ke Bumi, Vegeta kecil yang selamat karena sedang bertugas di planet lain dan Broly kecil yang di asingkan karena dianggap kelak akan menjadi ancaman bagi suku Saiyan. 3 Orang Saiyan kecil yang selamat dari ledakan planet dan memiliki sebuah takdir di masa depan yang akan mempertemukan mereka kembali.
Plot cerita dari film ini juga bagus menurut saya, di ceritakan sangat rasional, seperti saat orang tua Goku mau mengirim Goku ke bumi, Gine bertanya, kenapa tidak kita sekeluarga pergi ke bumi?, lalu Bardock menjawab, kalo kita bertiga berangkat maka kekuatan mereka akan terdeteksi dan akan ketahuan sama Frieza yang sedang bersiap-siap menghancurkan planet Saiyan, trus ada ada lagi pertanyaan Whis mengapa Goku dan Vegeta mau menjadi lebih kuat lagi? padahal sekarang sudah sangat kuat, dan tentunya di jawab dengan sebuah alasan yang menurut saya sangat rasional.



Setelah semua flash back di atas, 1/4 dari cerita lanjut menceritakan cerita pada saat ini, saat Goku dan Vegeta selesai menyelesaikan pertarungan Tournament of Power, serta Broly remaja yang berhasil di temukan di planet terdampar bersama ayahnya. Uniknya film ini tentunya masih menceritakan tentang bola Dragon Ball, dimana 6 Bola Dragon Ball yang di curi!, kenapa bisa di curi, karena pencuri nya memiliki power yang lemah sehingga tidak terdeteksi saat mencuri bola Dragon Ball, lagi-lagi sebuah alasan yang cukup rasional. Setelah ini petualangan Goku akan mencari bola ke 7 ke kutub utara. Alasan Bulma dan Frieza mengumpulkan Dragon Ball cukup lucu dan permintaan nya juga dijelaskan cukup rasional. Setelah ini ke seruan aslinya akan terjadi, setiap movie Dragon Ball tentunya dari dulu saya tidak terlalu memperhatikan tentang plot cerita yang saya tunggu cuma saat PERKELAHIAN saja, dan ya, 1/2 dari film ini adalah pertarungan yang sangat-sangat epic. 

Pertarungan merupakan sebuah elemen penting dalam film ini, kita sebagai penonton tentunya lebih ingin melihat pertarungan dan pertikaian di dalam film ini. Pertarungan di awali dengan pertarungan Vegeta vs Broly sebagai pertarungan pembuka dan sebagai pemanasan, porsi pertarungan menurut saya cukup seimbang. Karena memang ayah Broly, Paragus yang dendam dengan keluarga Vegeta jadi memang Vegeta menjadi sasaran utama dari Broly. Setelah pertarungan antara Vegeta dan Broly klimaks lalu di tandai dengan terdesak nya Vegeta, saatnya inti dari film ini, yakni pertarungan antara tokoh utama dan villain utama. Bisa di bilang aksi pertarungan terasa cukup modern, pengambilan sudut pandang gambar yang berpindah - pindah dan effect animasi pukulan & ledakan cukup membuat saya terkesima, pertarungan dua orang suku Saiyan terkuat membuat gunung-gunung bagaikan sebuah kapas bagi mereka. 

Arena pertarungan yang sepi dan selalu berganti - ganti membuat Goku dan Broly bisa berkelahi tanpa mengkhawatirkan lingkungan sekitar mereka. Broly yang memiliki kemampuan unik yang langsung berkembang saat bertarung melawan Goku dan Vegeta mendesak Goku untuk masuk ke state ter puncak yakni Super Saiyan God & Blue, namun kelicikan Frieza memaksa Broly untuk masuk ke tahap yang tidak di sangka-sangka yakni Super Saiyan Berserk, dimana Broly lepas kendali dan menghajar semua musuh di hadapannya tanpa pandang bulu, sampai sampai Golden Frieza dan Whis pun ikut terkena imbas nya. Effect suara pukulan juga terdengar real, suara hantaman dua benda keras yang sedang beradu, seakan-akan mereka benar-benar berbaku hantam satu sama lain. 

Teriakan (Uwaaaa) antar karakter akan kita dengar selama pertarungan ini tanpa henti, dan ada beberapa super Soundtrack (yang lyric nya, ~Go Broly Go Go, Kakaroto, Kakaroto, Oweo Oeo Oweoe~) yang sangat cocok sekali mengiringi sebuah pertarungan yang maha dahsyat ini, memompa adrenalin kita yang menonton film ini. Pertarungan tidak langsung di menangkan oleh Goku, karena memang Goku kalah telak dalam pertarungan ini. Namun setelah pertarungan intens yang tidak kunjung selesai, di akhir film juga di sisip waktu kita untuk menghela nafas sejenak dengan komedi fusion antara Goku dan Vegeta. Singkat cerita akhirnya fusion berhasil dan Gogeta kembali ke pertarungan melawan Broly. Di sinilah saya melihat Broly di hajar habis-habisan oleh Gogeta, walaupun pertarungan sudah tidak seimbang saya masih cukup terhibur dengan pertarungan ini. Dan akhirnya pertarungan selesai di menangkan oleh......ya itu sudah. 

Kalau saya lihat dari setiap film Dragon Ball ending nya biasanya ada dua jenis, pertama (1) Goku habis-habisan melawan musuh sampai titik kekuatan terakhir kamehameha atau bola semnagat seperti saat Goku lawan Majin Buu & Cell, atau (2) menang dengan mudah saat melawan Frieza, Ginyu Force dengan kekuatan Super Saiyan. Ending film ini menurut saya cukup pas lah, happy ending dan tokoh Broly tentunya akan lebih di explore kedepan nya.



Overall film ini merupakan film Dragon Ball terbaik yang pernah saya tonton, semua aspek di eksekusi dengan sangat baik, tema lebih modern walau cerita yang sebenarnya cuma recycle dari movie Broly jaman dulu, namun tidak bisa di pungkiri kalau pertarungan yang begitu epic dan maha dahsyat membuat saya ingin menonton film ini lagi dan lagi. Kali ini tokoh Broly di selamatkan karena sebenarnya memang tidak ada tokoh yang benar-benar jahat di film ini, saya merasa malah Frieza, Broly buka tokoh jahat lagi, ingat saat Vegeta menjadi musuh lalu lama kelamaan malah menjadi teman namun saling bersaing dengan Goku, tidak menutup kemungkinan Frieza dan Broly ini juga akan bernasib sama. Saya sangat merekomendasikan film ini untuk teman-teman semua, baik pecinta anime Dragon Ball atau pun bukan fans dari Dragon Ball. 

Skor dari saya : 10/10 (Uwaaa)

Menurut cbr.com Dragon Ball Super: Broly merupakan anime movie yang merupakan " One of the Biggest Anime in US History " dengan gross pendapatan 54.3 Juta Dolar selama pembukaan di Amerika Utara.


Movie Review: Alita: Battle Angel (2019)

Alita: Battle Angel (2019) merupakan sebuah film yang menceritakan  kisah seorang cyborg perempuan bernama Alita yang lupa ingatan, dan cyborg ini ingin mengembalikan ingatannya agar mengetahui jati diri dan maksud eksistensi nya di dunia ini. Film ini di sutradarai oleh Robert Rodriguez, diproduksi oleh James Cameron & Jon Landau. Secara garis besar Alita: Battle Angel ini menceritakan kan tentang sebuah dunia yang sudah memiliki teknologi sangat maju di tahun 2563, namun pada saat itu dunia tersebut telah hancur dikarenakan sebuah perang besar yang dikenal sebagai "The Fall". kemajuan teknologi ini membuat manusia menyatu dengan teknologi robot yang dinamai dengan Cybernetics. Dunia dari film ini seperti era Cyberpunk dimana merupakan sebuah kombinasi antara teknologi yang sangat maju dan kehidupan manusia yang kumuh. Tentunya yang membuat saya lebih tertarik untuk menonton film ini adalah karena ada James Cameron yang sukses lewat film Avatar nya.
Motion Capture tokoh utama Alita diperankan oleh aktris bernama Rosa Salazar yang saya kenal dari seri film Maze Runner atau Bird Box. Tokoh full animasi yang hampir menyerupai manusia memang sangat sulit untuk di film kan, menurut saya selalu ada "uncanny valley" yaitu sebuah kondisi saat kita melihat sesuatu yang terlihat hampir menyerupai wujud manusia namun rasanya tetap terlihat masih "belum cukup nyata" seperti manusia. Jadi tentunya susah membuat karakter tersebut menjadi hidup, dan memiliki perasaan sehingga kita yang menonton nya seperti melihat sebuah boneka bergerak. Film yang mencoba membuat animasi CGI menyerupai manusia adalah film Final Fantasy: The Spirits Within (2001) yang pada saat itu juga gagal total.


Film ini di ambil dari manga berjudul Gunnm/ Battle Angel Alita (gun dream) yang terbit tahun 1990 karya Yukito Kishiro. Tokoh manga ini juga sembat menyambangi dunia video games pada era Playstation 1, dengan judul game Gunnm: Martian Memory.

Berikut ini review saya setelah menonton film ini, Awal dari film ini sebenarnya di ceritakan dengan bagus, penuh hati-hati, awal dokter Dr. Dyson Ido menemukan sebuah kerangka cyborg yang memiliki otak manusia yang masih  utuh dan di tenagai dengan sebuah jantung atau inti yang memiliki teknologi Anti Materi yang jika di analogi kan bisa menghidupkan kota Iron City selama puluhan tahun. Saya cukup bisa menikmati kisah awal film ini, semua latar belakang dari dunia dari film ini di ceritakan dalam narasi cerita, seperti "the sky city of Zalem", kenapa kota tersebut bisa terbang, keadaan dunia setelah perang besar, olah raga Motorball, ada apa di luar kota Iron City dan latar belakang dokter Ido dan lain sebagainya.

Setelah semua Appetizer tersebut di ceritakan, kini saatnya untuk Main Course, alur cerita film mulai maju, dan mulai memerikan konflik, konflik awal dari film ini adalah adanya pembunuhan berantai wanita oleh seorang tidak di kenal, dari sinilah di perkenalkan ada istilah Hunter-Warrior yakni sekelompok orang atau cyborg yang memburu kejahatan dan demi uang atau lebih kita kenal sebagai Bounty Hunter "Renegade" (1997). Polisi pada saat itu tidak berkutik karena kejahatan yang merajalela. Terdapat sedikit twist kecil di saat menyelesaikan dan mencari siapa pelaku dari pembunuhan ini. Ceritanya mungkin akan mirip dengan video game Cyberpunk 2077 by CD PROJEKT RED.

Sampailah pada pertengahan film yang saya rasa mulai kehilangan arah, kisah percintaan (monyet) antara cyborg dan manusia terlihat tidak menarik sama sekali, saya merasa tidak ada koneksi antara CGI Alita dan tokoh pria bernama Hugo. Rasanya hambar Kalau diperhatikan juga ada beberapa ekspresi wajah Alita terlihat sangat-sangat aneh tidak manusiawi. Kisah percintaan dengan tema CGI terbaik menurut saya film Coco (2017).
Dari pertengahan sampai akhir cerita saya merasa tidak seru lagi, tujuan tokoh utama terasa padam dengan kebingungan ceria film ini mau di bawa ke mana, percintaan?, action? jadi terasa setengah-setengah jadinya, saya sampai geleng-geleng terus di sepanjang film, menyayangkan hal ini. Transisi antara satu scane dan scene lain kadang terasa tidak pas dan mungkin ada scane yang di potong untuk mengurangi durasi. Saya juga merasa banyak plot hole dari film ini. Ost soundtrack nya juga kurang menarik, tidak ada yang memorable, ada beberapa adegan yang terlihat berat fisik tidak di implementasi kan, jadi gerakan tokoh utama seperti sangat ringan dan tidak bertenaga. Musuh utama juga tidak terlalu di expose tujuan musuh utama tidak kuat. Parameter kekuatan Alita juga sudah overpowered jadi penonton tidak ada rasa simpati terhadap tokoh utama, kalau saya pribadi sih lebih suka jika di buat tokoh utama memerlukan proses untuk mendapatkan kekuatannya, jangan tiba-tiba kuat begini. Saat tubuh hancur, pun perasaan saya seperti tidak peduli dengan tokoh utama, karena di film ini tokoh utama tidak kuat perannya, toh juga part yang rusak bisa di ganti, toh juga sudah ada badan backup.


Setelah melihat nilai minus dari film ini, ini saatnya mebahas nilai plus dari film ini, pertama tentunya animasi CGI dari film ini saya akui bagus banget, detail robot, suasana perkotaan, animasi gerak rambut dan detail lainnya. CGI dari film ini saya rasa salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat. Action sequence dari film ini cukup memukau sekali, pertarungan sangat intens serta sinematografi nya luar biasa bagus. Penggabungan antara robot dan manusia yang dibuat begitu detail sungguh memukau. Mata dari karakter utama di buat besar dan tentunya tidak terlihat normal, namun sebenarnya ini lah ciri khas dari film ini, mata yang berkaca-kaca seakan ikut bercerita, mata di sini menurut saya sebagai lambang perasaan dari karakter utama, di saat dia galau, bingung, sedih, ceria, marah semua ekspresi itu ter salurkan lewat bola mata yang besar itu.

Terakhir kita ke segmen Dessert, Overall Alita: Battle Angel merupakan film yang akan memanjakan mata kita dengan animasi CGI yang sangat wah, namun animasi CGI yang bagus tanpa story yang bagus membuat kita akan melupakan film ini dengan cepat, setelah keluar dari bioskop tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang timbul di otak saya, film ini juga sebenarnya tidak selesai, film ini sepertinya akan ada kelanjutannya karena ceritanya ini saya rasa masih menggantung sekali, tidak ada masalah yang selesai dari film ini, tidak ada urgensi yang membuat suasana kritis. Walaupun film ini sukses secara finansial namun menurut saya sangat di sayangkan ceritanya tidak terlalu bagus dan tidak ada kerisis yang mendesak di film ini

Score dari Saya: 6/10
Karena CGI animasi dan pertarungan yang epic

Movie Review: Scott Pilgrim vs. the World (2010)

Scott Pilgrim vs. the World (2010) merupakan sebuah film adaptasi dari sebuah novel grafis dengan judul Scott Pilgrim karya Bryan Lee O'Malley. Film berjenis action comedy ini dibumbui dengan nuansa video games yang sangat kental sekali. Kita sebagai pemain video games tentunya akan di bawa ter hanyut kedalam komedi dari film ini. Di tahun yang sama juga juga video game dari film ini di release untuk PSN dan XBOX dengan judul Scott Pilgrim vs. the World: The Game game 8 bit bertema Beat 'em up.
Bagi teman-teman yang tidak mengenal tentang cerita atau karya Scott Pilgrim tentunya sangat asing dengan film ini, dulu awalnya saya mengira ini cuma film drama percintaan biasa, namun ternyata lebih dari itu. Di awal-awal film seperti biasa pengenalan tokoh-tokoh yang ada di film ini, dan terkesan jauh dari tema video game, namun sekitar di menit 30 saat adegan action, barulah saya ngeh kalau film ini ketal sekali dengan unsur video game.
Film ini sebenarnya bercerita tentang karakter Scott yang menyukai dan ingin berkencan dengan gadis idaman nya bernama Ramona, namun untuk bisa mengencani Ramona, maka Scoot harus melewati 7 mantan pacar jahat dari Ramona. Di sinilah unik dari cerita film ini, pertarungan antar mantan-mantan dari Ramona cukup epik, dan setelah mengalahkan musuh  (ex pacar Ramona) makan akan berubah menjadi coin. Karakter utama dalam film ini juga bisa level up, dapat enjata dan bisa mendapat 1 UP.

Unsur komedi dari film ini cukup kental sekali, saya sampai ketawa terbahak-bahak menikmatinya, dan fase komedi nya cukup cepat jadi kita harus bisa memperhatikan maksud dari komedi tersebut, jika tidak terlalu paham tentang video game mungkin banyak orang tidak kena terhadap komedi tersebut. Unsur musik juga di masukan ke dalam film ini, karena tokoh Scott merupakan basis dari sebuah band bernama Sex Bob-Omb, jadi unsur musik yang juga merupakan ost dari film ini cukup bagus dan enak untuk di dengarkan.

Transisi dari satu adegan ke adegan yang lainnya di buat sedemikian rupa supaya menyerupai sebuah comic dan di buat begitu rapi dan unik. Tidak itu saja visual effect seperti efek pukulan terlihat secara visual berupa tulisan persis seperti di comic-comic menambah effect "Wah" dari film ini. Kejadian unik yang terjadi di luar nalar manusia bisa terjadi di film ini, seperti seorang wanita yang di hantam sampai cat rambutnya lepas, merupakan satu hal yang tidak pernah terbayangkan oleh saya.
Ke seruan Scott melawan 7 mantan ini di buat tidak hanya bertarung begitu saja, namun di buat pertarungan yang bervariasi sehingga kita yang menonton akan di buat penasaran siapa tokoh jahat berikutnya dan seperti apa bisa di kalahkan. Ada pertarungan adu bermain musik bass, ada tokoh musuh yang di provokasi kayak di game-game, dan lain sebagai nya. Mungkin untuk mendapatkan cerita dan joke yang full kita mengerti kita harus menonton film ini beberapa kali.
Overall ini merupakan film yang sangat saya rekomendasi kan, bagi kita pecinta video game, ini merupakan sebuah film adaptasi video game yang cukup bagus sekali, mulai dari cerita, action, musik, visual effect animasi dan kisah cinta segitiga yang sangat menarik untuk di ikuti. Tidak ada film adaptasi yang mengusung tema video game yang se fun ini yang pernah saya tonton.

Score dari saya : 10/10

Judul: Scott Pilgrim vs. the World

Tanggal Release : 13 Agustus 2010
Format Film: Bluray Mkv 1080p 16bit 1920x1040
Durasi: 01:52:19
Ukuran file: 3.12 GB

IMDB: 7.5/10